Home Kegiatan Novel Buku Lukisan Fotografi Film Video Artikel Links
Home Events Novels Books Paintings Photography Films Videos Articles Links

 

PROFIL

Damien Dematra adalah seorang humanitarian, novelis, sutradara, penulis skenario, produser, fotografer internasional, dan pelukis. Ia telah menulis 101 novel dan buku dalam bahasa Inggris dan Indonesia, 81 skenario film dan TV series, dan memproduksi 48 film dalam berbagai genre.

Sebagai senias, Damien dikenal lewat karya-karyanya, di antaranya Obama Anak Menteng, Si Anak Kampoeng, Dream Obama, L4 Lupus, I'm Star, Captain Jihad, Obama and Me, Sehari Bersama Gus Dur, Let's Play, Ghost, Dorce Vs Hantu, Tears of Ghost, Dream, Angel, From Seoul To Jakarta, dll.

Sebagai novelis, karya-karyanya telah melegenda dan menjadi best-seller, di antaranya adalah Demi Allah, Aku Jadi Teroris, Sejuta Hati untuk Gus Dur, Kartosoewirjo: Pahlawan atau Teroris, Mahaguru, King of the Sun: Majapahit, Gajah Mada, Ternyata Aku Sudah Islam, Si Anak Panah, Yogyakarta, Love Story, dll.

Sebagai fotografer, ia memperoleh dua gelar tertinggi fotografi: Fellowship di bidang Portraiture dan Art Photography dari Master Photographer Association, dan berbagai penghargaan internasional, di antaranya International Master Photographer of the Year, dan Grand Award winner WPPI.

Sebagai pelukis, Damien Dematra telah menghasilkan ribuan karya lukis dan sketsa, di antaranya 365 lukisan yang diselesaikan dalam waktu 1 tahun, dan telah melakukan 4 kali pameran tunggal.. Salah satu lukisannya tentang Obama, telah diterima secara resmi oleh Presiden Barack Obama di White House.

Profil dan karya-karyanya telah diangkat oleh berbagai media internasional, di antaranya Time, CNN, The Wall Street Journal, BBC, AP, AFP, Reuters, USA Today, ABC, New York Times, Washington Post, Los Angeles Times, Channel News Asia, (Al Jazeera TV), NHK Jepang, KBS, TV3 (Malaysia), Iran TV, dll.

Damien saat ini memegang 13 rekor dunia, antara lain sebagai penulis tercepat di dunia, penulis novel yang diterbitkan tercepat di dunia, fotografer tercepat di dunia, pelukis tercepat di dunia, penulis buku tertebal di dunia, pembuat film tercepat di dunia dari skenario sampai premier dalam 9 hari 17 jam dan 45 menit, dll. Damien Dematra aktif sebagai Koordinator Nasional Gerakan Peduli Pluralisme (GPP). Ia juga adalah Ketua Gerakan Nasional Menulis (GNM).

Damien meraih ratusan penghargaan internasional dari berbagai kompetisi dan festival film di USA, Europe, dan Asia, di antaranya sebagai sutradara terbaik, Grand Jury Award, Overal Winner, dan penulis skenario terbaik. Presiden Obama secara tertulis telah memberikan apresiasi yang tinggi atas karya-karya Damien dan upayanya dalam meningkatkan hubungan Indonesia dan USA.

Pada tahun 2011, Damien mendirikan International Film Festivals for Peace, Inspiration, and Equality (IFFPIE). Pada tahun berikutnya, ia mendirikan International Film Festival for Environment, Health, and Culture (IFFEHC), International Film Festival for Comedy, Romance, and Musical (IFFCRM), dan International Film Festival for Spirituality, Religion, and Visionary (IFFSRV), dan menjadi director festival tersebut.

Ia juga mendirikan Gerakan Artis Indonesia Berpeduli (GAIB) untuk menggalang artis-artis Indonesia berpeduli. Damien juga adalah founder dan director International Peace Ambassadors (IPA) dan Visions of Peace pada tahun 2018.

Pada tahun 2013, Damien mendirikan program aliansi festival-festival, FFA (Film Festivals Alliance), yang didedikasikan bagi para sineas.

Pada akhir tahun 2013, Damien memperoleh penghargaan dari Raja Kutai Mulawarman atas kontribusinya pagi perdamaian dunia. Damien juga mendirikan World Humanitarian Award dan bekerja sama dengan IFFPIE, menganugerahkan penghargaan Bapak Inspirator 2014 kepada Presiden Republik Indonesia 2014-2019 yang diterima langsung oleh Jokowi di kantornya.

Damien juga menjadi inisiator ‘A Salute to Jokowi’, sebuah rentetan acara berskala internasional untuk merayakan kemenangan Presiden Jokowi. Dan baru-baru ini, Damien mendirikan iHebat International Volunteers yang bertujuan mempromosikan ekonomi kreatif Indonesia ke berbagai penjuru dunia.

Pada tahun 2014, Damien menjadi satu-satunya filmmaker yang menerima penghargaan The Star dari IndonesiaSatu Award atas prestasi yang luar biasa dalam industri perfilman dan kontribusi yang luar biasa untuk perdamaian.

Pada tahun 2015, Damien meraih penghargaan Sutradara Terbaik dari American Movie Awards; dimana pada tahun 1982, Steven Spielberg juga meraih penghargaan yang sama. Festival ini juga telah memberikan penghargaan kepada Meryl Streep, Clint Eastwood, Sally Field.

Pada tahun 2016, Damien meraih penghargaan Best Director di Spanyol. Pada tahun yang sama, Damien meraih White Lion Award dari Kerajaan Tallo. Ia juga meraih penghargaan "The Most Esteemed Member" dari Puro Agung Djembrana.

Di tahun 2017, Damien memecahkan rekor sebagai Sutradara Terbaik selama dua tahun berturut-turut di Mountain Film Festival di Amerika Serikat. Ia juga memecahkan rekor sebagai Sutradara Asia Pertama yang meraih predikat Sutradara Terbaik di festival yang telah berdiri selama 10 tahun tersebut.

Pada akhir tahun 2018, Damien Dematra meraih gelar Kanjeng Pangeran oleh Keraton Surakarta Hadiningrat. Gelar kebangsawanan ini diberikan karena prestasi dan kontribusinya yang besar dalam dunia penyutradaraan, kebudayaan dan kemanusiaan.

Damien juga menjadi salah satu pendiri dari Visions of Peace sebuah inisiatif untuk perdamaian yang ditujukan kepada generasi muda Indonesia yang berumur 5-18 tahun.

KARYA

Sebagai sutradara, karya-karya yang dihasilkan antaa lain:

Di Atas Kanvas Cinta (2009)
Obama Anak Menteng (2010)
Si Anak Kampoeng (2011)
The Conversion Of A Terrorist (2011)
GusDur-Abdurrahman Wahid The Movie: The Documentary (2012)
Obama and Me (2012)
Dream Obama (2012)
L4 Lupus (2012)
Love Is Popcorn {2013)
I'm Star (2013)
Let's Play, Ghost (2013)
Majapahit: The Documentary (2015)
Little Gatot Kaca (2015)
From Seoul To Jakarta (2015)
Scavenger (Post-Production)
Dorce Vs. Hantu (Post Production)
Digilir Ala Genderuwo (Post-Production)
King Of The Sun: Majapahit (Production)

Sebagai Novelist, karya-karya yang dihasilkannya antara lain:

Demi, Allah Aku Jadi Teroris
Obama Anak Menteng
Ketika Aku Menyentuh Awan
Mama, Aku Harus Pergi
Tenyata Aku Sudah Islam
Dream Obama
Obama and Pluralism: Buku Tertebal Di Dunia
King Of The Sun: Majapahit
Mahaguru: Kisah hidup Hasjim Asy'ari
Bulan Di Atas Ka'bah
Sejuta Hati Untuk GusDur-Abdurrahman Wahid (Penulisan Novel Tercepat Di Dunia
Sejuta Doa Untuk Gusdur-Abdurrahman Wahid
Kopiah Gusdur-Abdurrahman Wahid
Si Anak Kampoeng: Kisah Masa Kecil KehidupanAhmad Syafii Maarif
Si Anak Panah: Kisah Hidup Ahmad Syafii Maarif
In Search Of God
Little Obama
Yogyakarta
Surat Untuk Tuhan
Tuhan, Jangan Pisahkan Kami
Dorce: Aku Adalah Aku (Kisah Hidup Dorce Gamalama)
Messages To President Obama
Art Obama
Obama and Me
If Only I Could Here
Ku Tak Dapat Jalan Sendiri
Ramadan Untuk Sakinah
Selusin Ramadan Setahun
Tarian Maut
Natal Untuk Sekolah
Kau Bakar Aku Bakar
Angel Of Death
New York
Samawi
Love Story
Kartosoewirjo: Pahlawan atau Teroris
L4 Lupus
Gates of Heaven
Menulis Itu Gampang
Soulmate
Kata Mereka Aku Kafir

Damien Dematra belajar melukis pertama kali pada tahun 1998 di bawah bimbingan langsung almarhum pelukis senior, Mustika, yang dilanjutkan dengan belajar secara autodidak dengan bereksperimen langsung dengan berbagai macam teknik dan media.

Pada tahun 2005-2006 Damien mengalami "kegilaan dalam eksplorasi seni lukis" sehingga berhasil menyelesaikan 365 lukisan dengan berbagai style dan lebih dari 1000 sketsa dalam kurun waktu setahun. Masa "gila" ini akhirnya berakhir setelah Damien menemukan "kegilaan" yang baru dalam dunia tulis-menulis dan film-making.

Damien memutuskan untuk "turun gunung" dan melukis kembali untuk membantu Yayasan Lupus Indonesia dan memeriahkan kedatangan Presiden Barack Obama. Pemberontakan Damien Dematra untuk tidak mau dipenjarakan oleh suatu aliran dan style dalam melukis membuatnya memutuskan menggunakan tiga gaya berbeda dalam pameran tunggal ini, yaitu: 10 lukisan beraliran ekspresionis, 10 lukisan beraliran pop art, dan 10 lukisan beraliran minimalis (white on white).

Unsur realis dalam lukisan-lukisannya sengaja dihindari guna memberi dinamika pada karya-karyanya tersebut; apalagi realisme sejati dari Obama Anak Menteng (OAM) sudah terwujud dalam bentuk sinematografi.

Di Awal 2011, Damien mempergunakan teknik lukis tambal-timbul dengan style green on green dan minimalis. Warna hijau diartikan sebagai warna kesuburan, di mana diharapkan pluralisme yang dikembangkan oleh Gus Dur dapat semakin subur di hati masyarkat Indonesia. Damien memamerkan 20 lukisan ukuran besar di oameran tersebut.

Selain Gus Dur, Damien juga telah melukis Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Ratu Hemas , Presiden B.J. Habibie dan istri dan salah satu lukisannya tentang Presiden Obama telah diterima secara khusus di Gedung Putih.

Sayangnya karena banjir yang melanda Jakarta, sebagian besar karya-karya Lukis Damien Dematra hancur lebur. Kekecewaan ini membuat Damien menolak untuk memenuhi beberapa undangan untuk memamerkan karyanya di Eropa dan Amerika.

PAMERAN:

2010-Pameran Tunggal Damien Dematra: Obama Anak menteng di Aula SDN Menteng dan dibuka oleh Wk. Dubes USA Ted Osius.

2010-Pameran Tunggal Damien Dematra : Obama and the Giants di Galeri Cipta II, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Dibuka oleh Raam Punjabi dan Dorce Gamalama dan diliput secara khusus oleh Wall Street Journal.

2010-Pameran Tunggal Damien Dematra: The fastest di Dharmawangsa Lobby. Dibuka oleh Jaya Suprana sekaligus memverifikasi usaha pembuatan rekor dunia Pelukis Tercepat.

2011-Pameran Tunggal Damien Dematra: Gus Dur in Green di Galeri Cipta II, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Dibuka oleh Frans Magnis Suseno, Gus Nuril, Mayjend (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya, Prof . Azyumardi Azra (cendekiawan muslim), KH. Dr. Masdar Farid Mas’udi (pimpinan PBNU), Jaya Suprana, Pdt. DR. Karel Erari (Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia), Pdt. Nugroho Tjahyadi (Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia), Ibu Lily Wahid (adik Gus Dur), dan Ayu Azhari (artis).

Daftar Penghargaan:

Sutradara Terbaik dari American Movie Awards untuk film Let's Play, Ghost
Film Cerita Panjang Terbaik Award of Excellence dari IndieFEST Film Awards untuk film Let's Play, Ghost
Sutradara Terbaik Award of Excellence dari IndieFEST Film Awards untuk film Let's Play, Ghost
Sinematografi Terbaik Award of Merit dari IndieFEST Film Awards untuk film Let's Play, Ghost
Gold Reel Award 2013 dalam kategori Film Cerita Panjang dari Nevada International Film Festival untuk film Let's Play, Ghost
Nominasi Best Film dari Madrid International Film Festival untuk film Let's Play, Ghost
Nominasi Best Director dari Madrid International Film Festival untuk film Let's Play, Ghost
Nominasi Best Producer of a Feature Film dari Madrid International Film Festival untuk film Let's Play, Ghost
Nominasi Best Feature Film dari Madrid International Film Festival untuk film Let's Play, Ghost
Nominasi Best Directing of a Foreign Language Feature Film dari St. Tropez International Film Festival untuk film Let's Play, Ghost
Nominasi Best Foreign Language Film dari St. Tropez International Film Festival untuk film Let's Play, Ghost
Nominasi Best Director of a Foreign Language Film dari St. Tropez International Film Festival untuk film Let's Play, Ghost
Sutradara Terbaik Award of Excellence dari Accolade Competition untuk film Let's Play, Ghost
Film Panjang Terbaik Award of Merit dari Accolade Competition untuk film Let's Play, Ghost
Film Cerita Terbaik (Best Narrative Feature) dari Alaska International Film Awards untuk film Let's Play, Ghost
Film Cerita Panjang Terbaik Platinum Award dari Oregon International Film Awards untuk film Let's Play, Ghost
Best Foreign Film Competition Gold Award dari California Film Awards untuk film Let's Play, Ghost
Best Film Gold Lion Award dari Barcelona International Film Festival untuk film Let's Play, Ghost
Best Foreign Film dari Colorado Film Festival untuk film Let's Play, Ghost
Rising Star Award dari Canada International Film Festival dalam kategori Foreign Film Competition untuk film Let's Play, Ghost
Sutradara Terbaik Award of Merit dari Accolade Competition untuk film Dream Obama
Nominasi Best Director of a Foreign Film dari London International Film Festival untuk film Dream Obama
Nominasi Best Director of a Foreign Language Feature Film dari Madrid International Film Festival untuk film Dream Obama
Penyutradaraan Terbaik Award Of Merit dari IndieFEST Film Awards untuk film Dream Obama
Tercatat sebagai film yang pembuatannya paling cepat di dunia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia-MURI untuk film Dream Obama
Tercatat sebagai The fastest feature film ever made oleh Royal World Records untuk film Dream Obama
Film Feature Terbaik Award of Excellence dari Accolade Competition untuk film Dream Obama
Feature Film Terbaik Award of Merit dari IndieFEST Film Awards untuk film Dream Obama
Feature Film Terbaik Silver Screen Award dari Nevada International Film Festival untuk film Dream Obama
Best Faith and Spirituality Award of Merit Film dari San Fransisco Film Awards untuk film Si Anak Kampoeng
Silver Screen Award dari Nevada International Film Festival untuk film Si Anak Kampoeng
Film Cerita Terbaik dari London International Film Festival untuk film Si Anak Kampoeng
Sutradara Terbaik dari London International Film Festival untuk film Si Anak Kampoeng
Editor Terbaik (bersama Virda Anggraini) dari London International Film Festival untuk film Si Anak Kampoeng
Shortlist Film Terbaik dari Jaipur International Film Festival untuk film Si Anak Kampoeng
Official Selection dalam International Social Uprising Resistance and Grassroots Encouragement untuk film Si Anak Kampoeng
Best Screenplay dari Los Angeles Movie Awards untuk film Si Anak Kampoeng
Film Internasional Terbaik Award of Excellence dari Los Angeles Movie Awards untuk film Si Anak Kampoeng
Film Terbaik di Interculture International Film Festival untuk film Si Anak Kampoeng
Penghargaan khusus dari Lucerne International Film Festival untuk film Si Anak Kampoeng
Official Selection dalam World Kids Film Festival untuk film Si Anak Kampoeng
Feature Film Terbaik Award of Recognition dari IndieFEST Film Awards untuk film Si Anak Kampoeng
Sutradara Film Terbaik dari American International Film Festival (AIFF) untuk film Si Anak Kampoeng
Film Cerita Terbaik dari American International Film Festival (AIFF) untuk film Si Anak Kampoeng
Film Asing Terbaik dari American International Film Festival (AIFF) untuk film Si Anak Kampoeng
Sutradara Film Asing Terbaik dari American International Film Festival (AIFF) untuk film Si Anak Kampoeng
Film Terbaik Untuk Kategori Film 35 mm dari American International Film Festival (AIFF) untuk film Si Anak Kampoeng
Sutradara Terbaik Untuk Kategori Film 35 mm dari American International Film Festival (AIFF) untuk film Si Anak Kampoeng
Film Cerita Panjang Pertama Tentang penyakit Lupus eritematosus sistemik dari Museum Rekor Dunia Indonesia-MURI untuk film L4 Lupus
The First Feature Film About Lupus eritematosus sistemik dari Royal World Records untuk film L4 Lupus
Film Terbaik dari AIFF Festival untuk film L4 Lupus untuk film L4 Lupus
Sutradara Terbaik untuk Damien Dematra dari AIFF Festival untuk film L4 Lupus
Film Terbaik Award of Excellence dari Los Angeles Movie Awards untuk film L4 Lupus
Feature Film Terbaik Award of Merit dari Accolade Competition untuk film L4 Lupus
Nominasi Film Terbaik dari International Filmmaker Festival of World Cinema London untuk film I'm Star
Nominasi Sutradara Terbaik dari International Filmmaker Festival of World Cinema London untuk film I'm Star
Nominasi Skenario Terbaik dari International Filmmaker Festival of World Cinema London untuk film I'm Star
Best Feature Narrative Gold Award Best dari California Film Awards untuk film I'm Star
Film Terbaik Grand Jury Award dari Colorado International Film Festival untuk film I'm Star
Film Cerita Panjang Terbaik Award of Excellence dari Accolade Global Film Competition untuk film I'm Star
Sutradara Terbaik Award of Merit dari Accolade Global Film Competition untuk film I'm Star
Penyutradaraan Terbaik Silver Award dari International Independent Film Awards (IIFA) untuk film I'm Star
Film Cerita Panjang Terbaik dari IndieFEST Film Awards untuk film I'm Star
Penulis Skenario Terbaik dari IndieFEST Film Awards untuk film I'm Star
Nominasi Film Terbaik (bersama Ilchi Lee dan Irene Christina) dari St. Tropez International Film Festival untuk film From Seoul To Jakarta
Nominasi Penulis Skenario Terbaik (bersama Ilchi Lee) untuk film From Seoul To Jakarta
Nominasi Sutradara Terbaik dari Madrid International Film Festival untuk film From Seoul To Jakarta
Sinematografi Terbaik Award Of Merit dari Accolade Global Competition untuk film From Seoul To Jakarta
Penghargaan Khusus untuk Sinematografi dari International Independent Film Awards untuk film From Seoul To Jakarta
Piala Emas untuk kategori Feature Film dari Mexico International Film Festival untuk film From Seoul To Jakarta
Gold Kahuna untuk kategori Feature Film dari Honolulu International Film Festival untuk film From Seoul To Jakarta
Nominasi Best Feature Film dari Global Independent Film Awards untuk film From Seoul To Jakarta
Nominasi Humanitarian Award dari Global Independent Film Awards untuk film From Seoul To Jakarta
Nominasi Best Faith Based Film dari Global Independent Film Awards untuk film From Seoul To Jakarta
Penyutradaraan Terbaik Paltinum Award dari International Independent Film Awards (IIFA) untuk film Si Anak Kampoeng
Sinematografi Terbaik Platinum Award dari International Independent Film Awards (IIFA) untuk film Si Anak Kampoeng
Skenario Terbaik Gold Award dari International Independent Film Awards (IIFA) untuk film Si Anak Kampoeng

PROFILE

Damien Dematra is an Indonesian movie director, novelist, script writer, producer, international photographer, and painter. He has written 101 novels in dual languages, English and Indonesian, 81 films and TV scenarios, and produced 48 films in various genres; among them is the internationally distributed Obama Anak Menteng ('Little Obama'), the award-winning movie Si Anak Kampoeng ('The Village Boy'), L4 Lupus, the record breaking movie Dream Obama,[1] I'M STAR, Let's Play, Ghost, Dorce Vs. Hantu, and documentary film: Gus Dur the Final Year, Obama and Me, Captain Jihad.

As a photographer, he received two of the highest achievements in photography: 'Fellowship in Portraiture and Art Photography' from the Master Photographer Association and many international rewards, such as 'International Master Photographer of the Year.

As a painter, Damien Dematra has produced thousands of sketches and paintings, among them 365 paintings painted in just one year.

His profile and works have been published by international media such Time,[2] CNN, The Wall Street Journal, BBC, AP, AFP, Reuters, USA Today, ABC, NBC, New York, Forbes,[3] Washington Post, Los Angeles Times, Channel NewsAsia, Al Jazeera TV, NHK Japan, KBS (Korea), TV 3 Malaysia, Iran TV, etc.

His novels in Indonesian that have been published are: Letters to God (with people living with lupus), Mahaguru (2nd trilogy of 'New York'), Samawi (2nd trilogy of 'Moon above Ka’bah'), Obama & Pluralism, Dear President Obama, Messages to President Obama, Moon above Ka’bah, New York (1st trilogy), Obama & Me, They Said I’m a Kafir, Mom, I Have to Go, A Dozen Ramadhan a Year, You Burn I Burn, Yogyakarta, Obama from Asisi, L4 Lupus, When I Touch the Sky, The Arrow, Little Obama, The Kampung Boy — a novel based on the life of Buya Ahmad Syafii Maarif, who received a distinguished award from Ramon Magsaysay Foundation, Filipina, One Million Prayers for Gus Dur, One Million Hearts for Gus Dur, Apparently I’m a Muslim, [inspired by music group Debu (originated from the music group Dust on the Road, USA)], In the Name of Allah I Became A Terrorist, God Please Don’t Let Us Apart, Soul mate, Angels of Death, If Only I Could Hear, I Am Who I Am - The story of Dorce, Kartosoewirjo: a Hero or Terrorist? (a historical novel), Gus Dur,. Two of his novels that go by other names are The Deadly Dance (by Katyana) and I Can’t Walk Alone (Mark Andrew).

His coming novels soon to be published are Ibrahim (3rd trilogy of New York), Jihad (3rd trilogy of Mahaguru), The Death of Sasi and the Life of Amai, Pluralism Mob, In the Name of Allah, my Son Became a Terrorist (will be filmed),  The 10th Sunan — a comparison novel, Gus Dur and the Quirky Heroes in an Upbeat Land — a satire, The Wild Woman in Burqa, The Last Bus, and When God is Playing.

He is the initiator and the national coordinator of the Pluralism Care Movement and also the chairman of the National Writing Movement group in Indonesia.

Damien currently holds 13 world records, among them are: as the fastest writer in the world, writer with fastest novel published, fastest photographer in the world, fastest painter in the world, writer of the thickest book in the world,[5] fastest feature movie production in history from script writing to premiere in 9 days 17 days and 45 minutes.

Damien won hundreds of international awards at various competition & film festivals in the USA, Europe, and Asia, including best director and best screenplay.

In year 2011, he established International Film Festivals for Peace, Inspiration, and Equality (IFFPIE). In the following years, he established International Film Festival for Environment, Health, and Culture (IFFEHC), International Film Festival for Comedy, Romance, and Musical (IFFCRM), and International Film Festival for Spirituality, Religion, and Visionary (IFFSRV), and become the directors of the festivals. [9] He is also the founder and director of International Peace Ambassadors (IPA), and in 2018, Visions of Peace Awards.

In year 2013, Dematra established a festival alliance program, called FFA (Film Festivals Alliance) dedicated for all filmmakers.

In late 2013, he received a statue and award from King of Kutai Mulawarman for his contribution to world peace.

In 2015, Dematra won Best Director from American Movie Awards. In 1982, Steven Spielberg also received the same award. Meryl Streep, Clint Eastwood, Sally Field also won awards in this festival.

In 2016, Dematra received Best Director in Spain. Dematra also received White Lion Award from the Kingdom of Tallo. He also received "The Most Esteemed Member" from the kingdom of Djembrana, Bali.

In 2017, Dematra broke the record as Best Director two years in a row in Mountain Film Festival, USA. He also broke the record as The First Asian Director to receive the title of Best Director.

In 2018, Damien Dematra was inaugurated as the Kanjeng Pangeran (the Prince) by the Surakarta Hadiningrat Kingdom in Surakarta. The title was given for his big contributions in the filmmaking world, culture, and humanity. Kanjeng Pangeran is the highest noble title that can be given to people from outside the palace. Before this, several kingdoms have already given several noble titles to him.

Damien became one of the founders of Visions of Peace; an initiative to bring peace towards the young generations of Indonesia from the age of 5-18 years old.

Baca artikel lain

Read other article about me

Home

Novels

Films

Photography

Books

Paintings

My Photos

Profile Photos


back to top